Senin, 09 Maret 2015

tulisan 1 thun lalu by my sister "FN" you are so amazing



Mungkin kata gagal menyerah, putus asa sudah sangat sering kita dengar. Lalu pertanyaannya bagaimana kita menyikapi jika mereka hinggap kepada kita? Okay disini aku mau share aja sih. Gagal, give up, putus asa atau mungkin galau akut, pernah aku alami. Dan ini ceritaku…
Bermula dari awal tahun 2013, disini aku masih kelas 3 di sebuah Sekolah negeri  daerah Klaten. Tau sendiri dong kelas tiga beban 2 kali lipat, bayaingin harus mikirn UN sama PTN. Dimana UN tahunku berbeda dari taun sebelumnya yang memberlakukan sistem 20 tipe soal yang artinya setiap kelas soalnya berbeda.  Apalagi aku bener-bener gatau mau masuk jurusan apa. Mau jadi apa terus mau ngapain sama bidang yang bakal aku dalemin. Banyak saran sih tapi ada beberapa juga ngga rasional. Setelah berhari-hari searching, browsing, sampe kepoin kakak kelas sudah ‘gue jabanin’ dan hasilnya dari yang ngga mudeng jadi semakin galau. Dengan berbagai jurusan yang ditawarkan.
Dari sekian list yang udah ditandai, akhirnya hatiku jatuh ke salah satu jurusan tadi. Bukan masalah nama, passing grade, daya tampung, pesaing atau apalah tapi karena aku rasa memang cocok sama jurusan ini. Yaph, Kedokteran Hewan perlu aku ulang lagi bukan karena namanya ya. Kenapa aku suka jurusan ini, ya pasti kalian juga tau sendirilah. Bener banget tingkat kesayangku sama yang namanya hewan. Dan lebih tepatnya mereka adalah mahkluk yang menemani aku dikala susah seneng. Mereka yang mau mendengar segala curahan hati tanpa protes, bodo amat kalian mikir aku kayak orang sinting. :D

 Okay, jurusan udah ganti ke PTN. Nah untuk PTN sendiri dengan mudah menemukan tempat yang kira-kira sesuai denganku. Yah yang konsepnya ga jauh jauh dari back to nature, iya yang ga rame bising padat penduduk. Mungkin bukan universitas tapi lebih tepatnya Institut di daerah Bogor. Yaa IPB! Bogor dengan segala pemandangan yang luar biasa.
Nah selain KH aku juga minat di kehutanan, ga perlu aku bahas lagi kenapa milih jurusan ini. Yah intinya lagi demam asmara sama yang namanya alam semesta ketimbang sama manusia. Tapi disini konteksnya masih normal hlo yaa. Next, jurusan selanjutnya itu astonomi yang mempelajari tetang alam raya, galaksi, planet dan segala gugus raya. Ini adalah salah satu cita-cita terpendam waktu masih sd. Ceritanya waktu itu aku malem-malem lagi memandang kelangit banyak banget cahaya berkedip, so rasa ingin tahuku muncul saat itu juga tentang semesta ini dan ke-kepo-an ku masih berlanjut sampai sekarang.

Masalahnya dari sekian jurusan yang sudah mulai melekat dipikiran, aku mulai bimbang bin bingung alias galau dimana tempat atau universitas yang sesuai dengan jurusan2 tersebut, karena dari kesemuanya berada di propinsi yang berbeda sekaligus di luar propinsi sekolahku. Padahal melihat dari sistem penyeleksian SNMPTN 2013 dari 2 PTN yang dipilih salah satunya harus berada di dalam provinsi. Intinya aku cuma bisa milih salah satu dari pilihan tersebut. Gila waktu itu bener-bener pilihan yang sulit. Akhirnya pilihanku jatuh di Bogor, selain alasan yang udah aku bahas tadi adalah hidup mandiri yang jauh dari orang tua. Aku mulai menyukai tantangan, namun apalah daya orang tua ngga sepaham, mungkin karena aku anak perempuan ya wajarlah mereka agak kuatir.
Sebenarnya ada alternative lain yang bisa aku pilih yaitu di Jogja bahkan bisa dapet dua jurusan sekaligus dalam satu universitas. Namun karena kecintaanku yang teramat sama dunia hewan dan mulai menyukai dunia baru akupun menolak alternative ini. Otomatis cuma dapet satu jurusan doang. Sisanya aku pasrahin sama orang tua, tentunya ini diluar dugaan. Sesuatu yang bahkan ngga pernah aku pinginin dan ngga pernah terbayangkan sedikitpun. 

Alhasil aku cuma bisa berharap masuk di Bogor, prosesi pendaftaranpun berlangsung (aku daftar 1 hari sebelum penutupan yang kemudian berkasnya bakal langsung di serahin ke panitia SNMPTN). Hari berikutnya melapor pada pihak sekolah untuk dilakukan pendataan. Guru bimbingan konselingpun lumayan kaget, soalnya aku rajin curhat sama guru ini dengan melapor jurusan yang jauh berbeda. Yah aku cuma bisa diam seribu bahasa dan membalas dengan senyuman yang seikhlasnya.

Hari-hari cepat berlalu yang bisa aku lakuin cuma berdoa dan belajar antsipasi kalau-kalau ngga ketrima. Tepat tanggal 25 Mei 2013 yang bertepatan sama tanggal lahir aku hari itu juga hasil penyeleksian SNMPTN diumumin. Gelisah, cemas, waswas yang waktu itu aku rasain. Tapi rasa itu sedikit berkurang ketika temen-temen dateng kerumah kasih surprise kado ulang tahun. Namun ini tidak belangsung lama, karena dalam suasana yang luamayan tegang sama hasil yang bakal aku dan temen-temen terima. Apalagi waktu udah mulai mendekati keluarnya pengumuman yang dilakukan secara online. Rencananya temen-temen pada mau buka hasil barengan dirumah karena saking cemasnya merekapun memilih untuk melihat dirumah.

Jadwal pengumuman SNMPTN sendiri mengalami banyak kendala yang awalnya tanggal 20 ato berapa aku lupa bakal bisa dilihat tapi diundur.Sampai waktu aksesnya pun juga dundur dari pukul 00.00 WIB jadi pukul 17.00 WIB. PHP yang luar bisa bikin siswa kelas 12 berasa kayak mayat hidup. Makan ga tenang, belajar ga tenang mau ngapa-ngapain pokoknya ga tenang dengan bayang-bayang hantu SNMPTN. Tentu saja karena jika tidak lolos jalur ini jalur selanjutnya lebih susah lagi dengan pesaing yang jauh lebih banyak.

Waktu sudah mulai menunjukkan pukul 5 sore, aku udah stay depan laptop+modem dengan web snmptn yang udah kubuka sebelumnya dan waktu buka situsnya ada semacam penghitung waktu mundur. Pas waktu kebuka situsnya waktunya udah menunjukan 15 detik bakal bisa diakses. Detik detik terakhir akses hasil pngumuman dibuka, aku cuma bisa berdoa untuk diberikan yang terbaik dan bakal antisipasi kalaupun ngga diterima masih ada jalan lain. 

Jengg jeng~~~ akhirnya hasil pengumuman bisa diakses aku pun dengan lincah segera mengisi nama dan nomer pendaftaranku dengan bismillah apapun yang terjadi aku yakin Allah pasti memberikan yang terbaik. Pas mau mencet tombol Submit koneksi internet mulai ilang. Bener aja webnya mengalami down akses gara gara siswa seluruh Indonesia mengaksesnya. aku ngga nyerah disitu aja aku coba terus sampe pindah tempat khusus nyari sinyal. Waktu buka hasil pengumuman orangtuaku juga ada dsampingku  tambah deg degan. Okay dan akhirnya bisa kebuka juga tetterrretttttterreetttt  ngga berani buka mata.

Sekilas  kuliat tulisan warna merah, pertanda buruk ini. Dan benar saja aku mendapati tulisan “Maaf anda tidak diterima” kurang lebih seperti itu. Lemes, pucat pasif tiba-tiba suasana jadi hening dan ngga terasa aku mulai meneteskan air mata. Tapi dengan sekejap pula aku mulai bangkit 5 detik setelah mulai menangis aku ngrasa kayak ada kekuatan lain. “Hidup mu belum berakhir disini, jalan masih panjang waktu mulai mengejar. You have to wake up from this river ! “ . kata-kata itu muncul dengan sendirinya. Yah walaupun masih dalam suasana berduka karena harapan ke Bogor sirna sudah. 

Teringat dengan kata-kata guru bimbelku, apapun yang terjadi semuanya pasti ada hikmahnya walaupun mungkin kamu merasa hal tersebut adalah hal yang terbaik bagimu, Tapi ingatlah rencana-Nya jauh lebih mahadahsyat.
Kekalahan pertama yang aku alami, abis itu aku bener-bener rajin banget ngerjain soal dan lebih sering nyari info pendaftaran PTN, Sekolah Ikatan Dinas dan PTS. Namun karena cuma minat sama jurusan yang dari awal aku pilih, aku pun ngga gila yang namanya daftar sana sini dengan jurusan yang ngga pernah kubayangin.
Waktu itu ada temenku yang ngajakin daftar di PTN daerah Surakarta. Ya aku awalnya ga mau tapi setelah dipikir-pikir ngga ada salahnya toh bisa dapet pengalaman. Jurusan yang disediakanpun program diploma. Waktu itu yang ditawarkan jurusan TI, Kesehatan kerja, farmasi, THP dan lainnya  (lupa pokoknya banyak). Pilihanku  jatuh di Farmasi dan Kesehatan kerja (ngga sepenuhnya pilihanku sih) ya intinya disini aku Cuma coba-coba diterima ya Alhamdulillah nggapun juga ngga masalah toh bukan bidang dan minatku. Selain daftar disini ketertarikkan di Sekolah Ikatan Dinas pun muncul. STIS salah satunya yang bakal aku coba. Setelah mengikuti berbagai prosesi ujian aku ambil region jogja. Dan tempat ujian di salah satu PTS jogja, bersama teman-teman seperjuangan berangkatlah ke TKP dengan berbekal doa dan materi yang seadanya.
Berangakt pagi pagi sekali untuk menghindari kemacetan dan jarak tempuh dari rumah yang lumayan, tentu saja kami belum makan. Disini aku sarani apapun yang terjadi jika kalian mau ujian diusahakan makan terebih dahulu agar tdak mengalami nasib yang sama sepertiku. Setelah sampai di lokasi aku agak nerveous juga dengan jumlan pendaftar region jogja yang lumayan banyak belum lagi yang di luar region jogja. Waktu mengerjakan soalpun tiba dan seperti biasa panitia membacakan tatib yang berlaku. aku seruangan sama 3 teman yang lain. Pengerjanan dilakukan untuk TPA lancar, Bahasa Inggris bisa dijawab, tiba waktunya pengerjaan soal matematika. Sialnya aku mengalami rasa kantuk yang luar biasa efek belum sarapan tentu saja ngga bisa mikir dengan jelas.Kuliat sekitar dan mereka masih pada asik mengerjakan soal sampai mata ini tertuju dengan temenku yang kelihatannya juga ngantuk dan ngga bisa konsen ngerjain soal terakhir. Pasrah, karena aku mungkin ngga ketrima dengan soal matematika yang kukerjain.
Hasilnyapun dapat dilihat online di masing-masing web tersebut (hasil pengumuman tidak pada hari yang sama) entah STIS dulu apa di UNS. Dan waktu aku buka lihat pegumuman STIS dan tidak asing lagi nomer pendaftaraku gak tercantum di list pendaftar yang ketrima. Okay karena kesalahanku ya mau gimana lagi.
Sedangkan hasil pengumuman di UNS sendiri aku dikabari temenku  yang lebih dulu liat diwebnya. Pagi-pagi dia SMS bilang “selamat kamu diterima di farmasi ;*” kurang lebih seperti itu. aku kira cuma mimpi soalnya aku masih tidur waktu baca sms itu. Dan untuk memastikan kuliat diwebnya dan benar aku ketrima disini, Alhamdulillah walaupun bukan pilihan awal seenggaknya aku pernah ketrima. ^,^

SBMPTN masih berlanjut, ini dia yang aku bilang lebih susah dari SNMPTN selain soal yang disajikan tingkat dewa pesaingnya pun bertambah banyak dari kakak kelas sebelumnya. Tentu saja mereka setaun sebelumnya lebih mempersiapkan diri untuk ujian ini. Disini aku  gabakal bahas apa yang aku ambil karena masih ga berubah. Wilayah ujian yang  kuambil adalah solo karena kakakku kuliah di Solo juga jadi biar urusannya lebih gampag. Ujian dilksanakan 2 hari. Hari pertama madas dan TPA memang sulit sih tapi seenggaknya masih bisa dijawab wkwkwk. Hari kedua mungkin ini kesialanku yang kesekian kalinya aku emang ngrasa kurang enak badan nah waktu nunggu didepan ruang aku Cuma bisa bersandar ditembok karena lemes banget. Bel tanda masuk ruangan berbunyi aku pun bangkit dan jalan masuk kerungan, aku ngrasa kayak hampir pingsan dengan jalan sempoyongan. Matilah ga bisa focus ngerjain soal apalagi yang diujikan adalah mapel saintek yang jadi kuncinya. Cuma bisa ngerjain semaksimalku. Ditambah lagi disamping ruangan rame sepertinya lagi diadain konser anak-anak kecil. Lengkaplah sudah konsentrasi turun drastis.
Sampai bosan bilangnya, intinya disini aku ngga ketrima lagi tentu saja akibat kondisiku yang ngga stabil. Yah Cuma bisa pasrah sih. Masih ada ujian yang paling akhir yaitu UMB (ujian mandiri bersama) disini aku ngga ikut dikarenakan kondisi yang masih belum fit . aku kalah sebelum berperang. Tapi aku belum nyerah, masih ada waktu buat ikut ujian lagi. so saat ini bakal aku persiapin mateng-mateng (kalopun jadi ikiut sih ya). . Dan sekarang aku sedang menjalani masa perkuliahan di Farmasi UNS. Lain kali bakal cerita gimana aku hidup di daerah The spirit of Java ini.
Sekilas pengalamanku ya semoga jadi pembelajaran bagi kalian yang baca. Don’t give up until you get what you want! dan biasakan dengan jalan yang jujur,karena ingat setiap yang kita lakukan bakal dimintai pertanggung jawaban-Nya  kan? Apalagi kalo hasil jerih payah sendiri tentu lebih berasa nikmatnya. ^,^

Selasa, 23 September 2014

MEREKA MEMANG ADA " 3 TAHUN"



Manusia  memiliki ceritanya masing-masing dalam kehidupnya.

Kisah tersebut  menjadikan  pribadi seseorang menjadi lebih baik atau sebaliknya. Tentunya  dengan kehidupan yang tak pernah kita tau lakonya. Hanya dengan iman dan taqwalah akan menghantarkan kita dalam kehidup yang hakiki kepada Allah SWT.
Ok terlepas dari itu perkenankan diri ini  untuk sedikit corat-coret tulisan tentang  kisah nyata. Tentu saja pengalaman pribadi, semoga bisa menjadi cerita yang menghibur dan menginspirasi (**),. (uhuk)
---------
Setiap cerita layak untuk diceritakan,,,begitu juga kisah kalian. Sepahit apapun itu pengalaman akan memberikan pelajaran besar bagi diri kita. Pernah kalian  mendengar kalimat seperti ini “jangan tengok kebelakang teruslah berjalanlah kedepan,,” (ya mungkin takut kesadung kali ya (hoho)). Upss bukan itu maksutnya. Tapi menurut ku kalimat ini perlu permak sedikit “berjalanlah kedepan dan jgn lupa bercerminlah pada masalalu , karena bagian itu merupakan pelajaran dan pengalaman berharga bagi diri kita.
  
Pengalaman hidup yang aku alami selama 3 tahun di SD, mungkin hampir terlupakan bahkan sama sekali tak ingat bahwa dunia itu pernah aku alami. Berkat cerita ulang dari orang tua tentang masa kecil itu, kini  kejadian yang pernah aku alami teringat kembali walaupun hanya ¼ bagian saja. 

Seperti kehidupan anak lainya, sekolah, bermain kesana kemari tak kenal waktu.  Kadang sampai di cari-cari orangtua karena saking asik bermain di tempat tetangga hingga magrib (apa masa kecil kalian juga seperti ini,??? selamat berarti kalian termasuk orang-orang yang memiliki masa kecil yg bahagia hahaha). Parahnya kadang kejailan muncul pada diri ini yaitu corat-coret tembok, pintu, atau lantai tetangga sampai tak berbentuk lagi dengan kapur, atau main peta umpet “delikan”. Tetapi  kalau lawanya susah ditemukan aku tinggal pulang dulu buat minum sembari melepas lelah baru nanti dilanjutin lagi. Alhasil yang pada ngumpet gelisahnya minta ampun (maklum rumah deket jadi daripada haus pulang dulu kan  #alibi*), sampai kejadian konyol  yaitu nakut-nakuti orang lewat depan rumah pakai guling. Tentu saja cara ini ampuh. Siapa juga yang tidak kaget,  merinding lewat jalan dekat kuburan. Aku saja sampai sekarang juga masih parno keluar rumah malam-malam ,kecuali ada yang nemenin. Mungkin ini juga kali ya yang membuat enggan para pedagang lewat depan rumah. Hingga sampai sekarang pun jika ditemukan pedagang yang lewat depan rumah malam2 itu suatu keluarbiasaan (waoww).

Ok back to memory

Pagi yang dinanti, dan suasana malam yang tak kalah indahnya. Di kegelapan malam langit jagat raya, menampakan beribu bintang dan bulan yang saling menghargai keberadaanya,  begitu serasi indah untuk dinikmati., …. Begitulah ciptaan Allah Yang Maha Agung begitu sempurna dan luar biasa, mengingatkan  bahwa semakin kecilnya diri kita ini dihadapan Allah SWT. 

Penghujung kelas 3 SD sudah dihadapan mata,, bertepatan hari besar umat islam idhul fitri, keluarga simbah semuanya datang kerumah. Keluarga paklik sudah jauh-jauh hari datang kerumah sebelum hari raya,  karena simbah saat itu dalam keadaan sakit “sakit tua”. Itulah awal dari kejadian astral  yang akan aku alami sampai 3 tahun lebih nantinya. 

Tidak ada keanehan selama liburan pasca idhul fitri di tempat bu lek. Hanya sedikit sakit panas seperti anak kecil lainya yang membuat gagal pulang pada hari yang sudah ditentukan. Akhirnya rabu subuh kita bersama-sama pulang klaten. Rasa rindu akan kebersamaan dengan simbah akhirnya segera terobati. Saat itu tak hanya pak lek bu lek yang ikut ke klaten tapi semua keluarga pak lek ikut mengantar aku dan mbk pulang. Hingga akhirnya aku mengerti, bendera merah yang ada di depan rumah itulah yang membuat kita harus berangkat subuh-subuh. Hari itu simbah di panggil Allah, harapan akan menemani simbah di waktu tidur atau  hanya duduk sembari melihat wajah yang tak lagi muda itu kini tinggal kenangan. 1 januari 2001 akhirnya waktu yang di janjikan tiba. Waktu untuk mengisi cangkir kehidupan didunia fana telah habis. Mbah putri pulang untuk selama-lamanya.( Harapan dan doa untuk mu simbah semoga tempat yang indah lah simbah berada. Amin amin amin.)

Tidak ada seminggu dari kepergian mbah putri ke hadapan Ilahi,, kejadian aneh itu mulai muncul,.
Ternyata penyakit panas itu masih enggan untuk pergi dari tubuh ku. Malamnya tanpa disadari aku  nglindur,, tapi nglindur kala itu berbeda, ngeri untuk dibayangkan (dari cerita sih gtu). Saat itu ibu dan bapaklah yang menyaksikan. Mata ini terbuka tanpa bola mata hitam, hanya bagian putih yang terlihat dan mulut ini selalu berucap kata-kata yang sama tapi sulit untuk dipahami artinya. “Aku guno kanio” kurang lebih terdengar seperti itu.

Dari situlah kisah awal yang membuat aku menjadi aneh bahkan ketakutan yang tak bisa dibayangkan yang selalu hadir menemani hari-hariku.

Perasaan yang selalu marah pada ibu kuat sekali, tiada hari tanpa ada alasan untuk membuat ibu kewalahan menghadapi diriku (maaf buk ^^). Perilaku yang tak wajar semkin menjadi-jadi dari nangis yang tak ada sebab sampai sering menyendiri di kamar atau tempat-tempat yang tak terduga. Pernah suatu hari ibu menemukan diriku sedang berada di balik pohon kapas belakang rumah. Ukuran batang pohonya rumayan besar menjulang tinggi, bahkan bisa menjadi tempat persembunyian yang aman bagi anak kecil. Kata ibu kalau aku sudah marah bisa buat seisi rumah riwuh. Karena kadang aku menghilang dan susah untuk ditemukan, ketemu-ketemu diri ini sudah dalam keadaan lemas (lahh). Atau mengunci diri di dalam kamar dengan tatapan mata yang kosong sambil berbicara entah dengan siapa, dari kaca jendela kamar itulah biasanya orangtua ku menyaksikan.    

Tak hanya perilaku yang aneh, fisik pun mulai rapuh dan gampang sakit. Bisa seminggu penuh  ijin sekolah karena sakit. Sampai-sampai nilai rapot tidak karuhan saat kelas 4 SD. Gara-gara itu juga aku tidak diperbolehkan ikut olah raga. Pernah suatu ketika ikut lomba balap karung tujubelas agustus di sekolah tanpa sepengetahuan guru, tapi saat giliran ku tiba entah kenapa wali kelasku mengetahui aksi ku ini, alhasil lomba balap karung didepan mata gagal. Ditambah kena marah  guru yang sebenarnya itu semua untuk kebikan ku sendiri karena sebelum itu pernah diijinkan ikut olahraga lari akibatnya hari berikutnya tidak bisa masuk sekolah karena sakit. Lagi-lagi hanya bisa melihat dipinggir lapangan, sembari duduk di bawah pohon “teh-tean”depan kelas, melihat teman-teman asik lomba, sunggu masa-masa itu masih jelas sampai sekarang …,

Mulai bertambah usia, sikap anehku semakin terlihat jelas juga bahwa ada gangguan makhluk lain dalam diri ini. Tetapi dengan bertambahanya usia juga kebiasaan nangis, marah gak jelas sama ibupun mulai pudar. 

Keadaan yang mungkin tidak dinginkan oleh setiap orang terjadi pada diriku. Ketidak wajaran mulai terlihat nyata, makhluk itu mulai menampakan keberadaanya. Tidak menyakiti tetapi bisa membuat bulu kudu ini berdiri. Suara-suara itu mulai memanggil. Setiap dalam keadaan sendiri suara itu mulai terdengar, panggilan dalam kesunyian itu terdengar jelas dalam telinga. Nada yang tak pernah berubah dengan kalimat yang sama selalu memanggil namaku. Akupun selalu teriak-teriak ketakutan kala suara itu mulai memanggil,  alhasil bapak ibu selalu sigap untuk lari kearahku. Begitulah kejadian itu berulang-ulang, suara itu selalu memanggil  dalam kesunyian, Walaupun begitu tetap saja diri ini  tak bisa membiasakan telinga ini untuk mendengarnya. 

Memang tak bisa di pungkiri,, bahwa makhluh gaib itu ada. Di dalam Al Qur’an pun sudah di jelaskan bahwa Allah menciptakan jin dan setan dari api, manusia dari sari pati tanah dan malaikat dari cahaya. Jadi jelas ada makhluk lain selain kita.  

Gangguan lainpun bermunculan, mimpi yang merupakan bunga tidur tak lagi menjadi ketenangan atau hiburan saat lelap. Gambaran rumah tua, kuburan bahkan orang berambut putih dengan pakaian jawa blankon yang sering bermunculan dalam mimpi.  Entah apa artinya?? (sampai sekarang pun tak bisa menjelaskan), hanya bisa menceritakan hal-hal itu kepada ibuk setiap kali bangun tidur. Perasaan yang pernah mengalami kejadian yang baru saja terjadi seperti kebetulan. Gambaran aneh tentang sesuatu hal yang belum terjadi menjadi kenyataan. Semuanya bahkan seperti serba kebetulan yang terus menerus tepat. Kalu dipikir seperti orang yang mempunyai indra keenam, bisa merasakan bahkan melihat gambaran yang menjadi kenyataan. Semuanya berasa seperti mimpi.

Rasa kasih sayang dan kuwatir dari dalam  seorang ibu  melihat anaknya seperti itu, menumbuhkan niatanya semakin kuat untuk membawa diriku ke tempat orang yang mampu menyembuhkan gangguan makhluk gaib. Berkat info dari saudara,  salah satu ustad yang ada di daerah klaten itulah yang menjadi tempat sarana penyembuhan. 

Saat itu kami di sambut hangat oleh bapak- separuh baya, sebut saja bapak berjenggot putih (hehe karena nggak tau nama.y). Kami langsung di persilahkan  masuk kerumah. Tidak ada penilaian buruk ataupun curiga pada bapak jenggot itu. Penampilan yang luwes seperti ustad, begitu santun memberian kesan yang baik dari kita. 

Seperti adat atau kebiasaan orang di Indonesia bersalaman adalah suatu tanda keramahan. Aku  diajak bersalaman dengan bapak berjenggot putih, tapi salaman kali ini lama dan aneh, sesekali aku melihat bapak berjenggot, beliau komat-kamit dengan mata terpejam, gak tau apa yang di ucapkan karena terlalu rilih. Akhirnya jawaban dari bapak berjenggot itu adalah aku diikuti jin tua berambut putih, makhluk itu hanya ingin ikut bersamaku tak ada maksud lain, sampai-sampai bapak berjenggot bilang kalu makhluk itu tadi di depan pintu. “Mungkin dia mau ikut sekalian membantu dirimu”. 

Dari situ aku mendapat oleh-oleh 2 jenis barang yaitu potongan kertas bertuliskan arab dan kalung yang baunya wangi (baunya bener-bener nggak mau hilang). Kalung tersebut  boleh dipakai dimana saja kecuali di kamar mandi. Potongan kertas bertulis arab tersebut harus dimakan 2 kali sehari (sudah kaya minum obat saja). Ya Allah sungguh kala itu diri ini tak tau larangan Mu,,, Semoga selalu dalam bimbingan Mu ya Rabb, dari situlah mulai terlihat ketidak beresan dan akhirnya tak ada lagi  kertas bertulis arab itu menjadi makanan ku, tak ada lagi kalung wangi itu melingkar di leherku. Itu semua salah.

Tak terasa penghujung kelas 6 pun sudah didepan mata. Ujian praktek yang berjibun sedikit menguras eneri beserta persiapan untuk ujian akhir pun tak kalah menguras eneri pikiran. Selepas dari semua itu kenyataan bahwa makhluk astral masih mengikuti ku jelas masih terasa. Sekarang bahkan menyendiri tak lagi terasa menakutkan seperti dulu. Mungkin kita sudah bersahabat (saking lamanya cuiy). Akhirnya terdengarlah pengobatan mengusir gangguan jin dengan cara ruhiyah pada orangtuaku. Saat itu ruqiyah memang salah satu pengobatan yang sangatlah populer dan menjadi pembicaraan orang-orang. Ternyata sepupuku sendiri mahir dalam hal tersebut, tak berpikir panjang karena tahu bahwa itu tidak ada unsur syirik, orang tuaku mencoba untuk menyembuhkan diriku dengan metode tersebut. Saat itu aku ditemani kakak.  Kita berdua berwudhu dan memakai mukena. Setelah itu kita disuruh berebahan dan memejamkan mata. Kata sepupuku “mbak santai saja ya, degdegkan nggak?”. Awalnya tidak degdegkan karena saat itu aku sendiri tidak tau mau diapain dan sedang melakukan untuk apa (tenang-tenang saja kan mbak juga ikut), akhirnya aku jadi agak takut dan mulai degdegan yang luar biasa walupun disitu aku bersama kakak dan ditemani seluruh keluargaku untuk melakukan ruqiyah. Saat itu dadaku dikasih Al Qur’an katanya biar tenang. Ruqiyahpun mulai dilakukan. Lantuan ayat suci al qur’an mulai terdengar hingga akhirnya aku tak ingat lagi, hanya ingat meneteskan airmata dan rasa sakit disekujur tubuh yang luar biasa. Ternyata saat itu aku menangis sejadi-jadinya hampir-hampir bisa mendatangkan semua warga. Kala itu aku mengoceh entah apa, karena orangtuaku tak tega melihatku yang kesakitan, ayahku mencoba menenangkan dengan mengusap kepalaku. Saat itu aku merasa bahwa bapak mengusap-ngusap kepalaku. Akhirnya lantunan ayat Al Qur’an yang disuarakan di radio dimatikan dan aku mulai membuka mata. Badan terasa sakit semua, lelah hingga kaki juga sulit untuk digerakan. Selepas itu hanya gelengan kepala yang bisa aku lakukan karena tidak tau apa yang sedang terjadi. Sakit itupun berangsur-angsur mulai berkurang dan kaki kembali bisa digerakan. 

Masih dalam keadaan bertanya-tanya, tetapi orangtuaku tak melanjutkan pengobatan tersebut karena katanya tak tega. Mulai dari situ setiap sore lantunan ayat-ayat suci Al Qur’an yang ringan mulai menggema di rumah, dan setiap ayat-ayat itu dibacakan rasa takut kadang muncul dalam diri. Alhasil akupun mengadu kepada orangtuaku untuk tidak terlalu keras membunyikannya. Minggu-demi minggu berganti kejadian tersebut juga mulai terlupakan. Kebiasaan mendengarkan murotalan setiap sore tak lagi sesering dulu dan persiapan ujian akhir pun menyibukan diri ini hingga lupa atas seuamnya. Tapi dari itu semua ternyata menjadi sebuah obat yang insyaAllah sembuh total. Kenapa bisa?? Dibalik itu semua diri ini menjadi rajin solat lima waktu bahkan solat malam pun mungkin tak pernah absen. Alhamdulilah dengan berjalanya waktu gangguan tersebut mulai hilang. Allah Maha Penyayang, “Jika ia mendekat kepada-Ku satu jengkal maka Aku mendekat padanya satu hasta, jika ia mendekat pada-Ku satu hasta maka Aku mendekat padanya satu depa, jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan kaki, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari”  Hadits abu hurairah r.a.

Rabu, 14 Mei 2014

IBU


Add caption

Ibu kau tak pernah mengeluh. Sedikit yang engkau gunakan untuk pribadi, dan berlebih untuk kami. Mengalah adalah kata yang sering tergambarkan dari raut wajah engkau ibu.

Tak ada rasa letih yang engkau tunjukan kepada kami, kebalikanya engkau selalu memberikan energy positif pada kami , walaupun  letih itu kadang merayap disekujur  tubuh engkau ibu, tapi letih itu akan begitu cepat menguap hanya dengan melihat senyum dari kami.

Alangkah sederhananya kebahagianmu ibu,

Dan kami, kami ini…..bahkan  tak sadar itu

Maafkan kami ibu, maafkan kami…

air mata itu kadang membasahi disetiap doa mu ibu, dipertiga malam tak absen engkau selalu menitihkan air mata itu, berdoa agar kami selamat dunia akhirat, berdoa agar kami menjadi seseorang yang sukses, berdoa agar kami selalu senantiasa dalam lindungan Allah SWT, dan berdoa agar kami bahagia.

Doa itu ternyata untuk kami, air mata itu ternyata untuk kami

Dan kami sekali lagi kadang tak sadar dengan itu

Maafkan ibu, maafkan kami

Waktu yang engkau berikan kepada kami sungguh melimpah ruah, sedangkan kami sekedar memberikan kabar itupun  kadang luput dari kami.

Ketulusan hatimu tak bisa digambarkan dengan kata-kata, engkau rela mempertaruhkan jiwa ragamu untuk kami,,

 Sekali lagi maafkan kami ibu, maafkan diri ini yang masih banyak salah.

Jumat, 09 Mei 2014

MORFOLOGI KAPANG



Kapang adalah sekelompok mikroba yang tergolong dalam fungi dengan ciri khas memiliki filamen (miselium). Kapang disebut juga jamur benang atau molds. Mikroba jenis ini berbentuk benang atau filamen, multiseluler, bercabang-cabang, dan tidak berklorofil. Perbandingan kapang dengan khamir dan jamur adalah, kapang merupakan sekelompok mikroba yang tergolong dalam fungi dengan ciri khas memiliki filamen (miselium). Kapang adalah fungi multiseluler yang mempunyai filamen dan pertumbuhannya pada makanan mudah dilihat karena penampakannya yang berserabut seperti kapas. Pertumbuhannya mula-mula akan berwarna putih, tetapi jika spora telah timbul akan terbentuk berbagai warna tergantung dari jenis (Citrawati, 2010). Jamur adalah kelompok organisme eukariota, dan dimasukkan kelompok ini karena sel-selnya sudah memiliki membran inti sel. Ciri-ciri jamur yaitu,selnya eukariotik, bentuk tubuhnya ada yang uniseluler dan multiseluler, tidak memiliki klorofil, cara hidupnya adalah hidup sebagai tumbuhan heterotrof, memiliki dinding sel yang disebut kitin, dan dapat bereproduksi secara seksualdan aseksual (Febriyani, 2009). Khamir termasuk fungi, tetapi dibedakan dari kapang karena bentuknya yang terutama uniseluler. Reproduksi vegetatif pada khamir terutama dengan cara  pertunasan/budding (Pelczar dan Chan, 1977). Sebagai sel tunggal, khamir tumbuh dan berkembang biak lebih cepat dibandingkan dengan kapang yang tumbuh dengan pembentukan filamen. Khamir juga lebih efektif dalam memecah komponen kimia dibandingkan dengan kapang karena mempunyai perbandingan luas permukaan dengan volume yang lebih besar. Khamir juga berbeda dari ganggang karena tidak dapat melakukan proses fotosintesis, dan berbeda dari  protozoa karena mempunyai dinding sel yang kuat (Azizah, 2013).

Pada praktikum acara IV Morfologi Kapang, sampel yang diamati ada 4 jenis kapang yaitu Aspergillus niger, Trichoderma reesei, Pleurotus florida, dan Pleurotus ostreatus. Cara kerja dari pengamatan morfologi kapang yang pertama adalah dilakukan fiksasi pda gelas objek yaitu dengan membersihkannya dengan alkohol kemudian dikeringkan di atas bunsen. Setelah itu ditetesi dengan larutan laktofenol pada bagian tengahnya. Kemudian biakan kapang diambil dengan ose dan ditempelkan pada gelas objek, dan ditutup dengan kaca tipis diatas gelas objek. Kemudian gelas objek diamati menggunakan miroskop dengan perbesaran  40X. Praktikum ini menggunakan metode aseptis agar terhindar dari mikroba lain.

Hasil praktikum acara IV morfologi kapang, didapatkan hasil seperti gambar diatas, untuk Aspergillus niger didapatkan penampang kapang dengan serabut panjang (filamen), Sedangkan Trichoderma reesei berupa serabut pendek banyak dan bewarna hitam. Aspergillus niger merupakan fungi dari ascomycota yang berfilamen, mempunyai hifa, bercabang-cabang dan bersekat, bewarna terang atau tidak bewarna dan ditemukan melimpah di alam. Aspergillus niger memiliki warna dasar putih atau kuning dengan lapisan konidiospora yang tebal, bewarna coklat gelap (Inggrid, 2012). Jika dibandingkan dengan teori hasil praktikum penampangan kapang Aspergillus niger sama yaitu terdapat dua bagian yaitu konidia dan konidiospor dan berupa serabut panjang kasar yang terlihat bewarna putih dan hitam dibagian ujungnya. Sedangkan morfologi Trichoderma reesei memiliki konidiofor bercabang-cabang teratur, tidak membentuk berkas, konidium jorong, bersel satu dalam kelompok- kelompok kecil terminal, kelompok konidium bewarna hijau biru, berbentuk oval dan memiliki stergma atau phialid tunggal dan berkelompok. Koloni Trichoderma reesei pada media agar pada awalnya terlihat berwarna putih selanjutnya miselium akan berubah menjadi kehijau-hijauan lalu terlihat sebagian besar berwarna hijau ada ditengah koloni dikelilingi miselium yang masih berwarna putih dan pada akhirnya seluruh medium akan berwarna hijau (Ismail, 2010). Jika dibandingkan dengan teori hasil praktikum penampang Trichoderma reesei hasilnya sama memiliki konidiofor bercabang-cabang teratur.

Hasil praktikum untuk Pleurotus florida adalah terlihat seperti benang-benang yang bercabang. Menurut (Yanuati, 2007) Pleurotus florida merupakan organisme berinti, bersepora, tidak berklorofil berupa benang-benang bercabang. Dinding sel terdiri dari selulosa dan khitin. Hasil praktikum dengan teori sama bahwa Pleurotus florida berupa benang-benang bercabang. Untuk hasil praktikum dari penampangan morfologi Pleurotus ostreatus adalah merupakan jamur yang bewarna putih kekuningan. Menurut Achmad (2011) Pleurotus ostreatus merupakan tubuh buah mempunyai tudung (pilleus) yang berubah dari hitam, abu-abu, coklat, hingga putih dengan permukaan yang hampir licin dengan diameter 5-20 cm. Tepi tudung mulus sedikit berlekuk. Permukaan bagian bawah tudung berlapis-lapis seperti insang (lamella atau gilling) berwarna putih dan lunak yang berisi basidiospora.Basidiospora ini berbentuk batang berukuran 8-11×3-4μm. Miselium berwarna putih dan bisa tumbuh dengan cepat. Sedangkan tangkainya dapat pendek atau panjang (2-6 cm) tergantung pada kondisi lingkungan dan iklim yang mempengaruhi pertumbuhannya. Tangkai ini yang menyangga tudung agak (lateral) dibagian tepi atau (eksentris) agak ke tengah. Bagian-bagian kapang hifa, miselium, spora. Hifa fertil berfungsi membentuk sel-sel reproduktif atau badan buah (spora), hifa vegetatife mencari makanan dalam substrat. Spora berfungsi sebagai alat reproduksi. Miselium berfungsi untuk menyerap makanan.

Pada percobaaan kali ini digunakan medium Medium PDA (Potato Dekstrosa Agar) berdasarkan susunannya merupakan medium organik semi alamiah atau semi sintetis sebab terdiri dari bahan alamiah yang ditambah dengan senyawa kimia; berdasarkan konsistensinya merupakan medium padat karena mengandung agar yang memadatkan medium; berdasarkan kegunaannya merupakan medium untuk pertumbuhan jamur. Medium PDA terdiri dari kentang yang berfungsi sebagai sumber energi, nitrogen organik, karbon dan vitamin, dekstrosa sebagai sumber karbon, agar sebagai bahan pemadat medium dan aquadest sebagai pelarut untuk menghomogenkan medium dan sumber O2.

Aspergillus niger digunakan dalam pembuatan asam sitrat. Asam sitrat merupakan salah satu asam organic yang banyak digunakan dalam bidang pangan, misalnya pada pembuatan permen dan minuman kemasan. Kerugian dari kapang ini adalah mengontaminasi makanan misalnya pada roti tawar. Trichoderma reesei dalam dunia pangan dimanfaatkan dalam meningkatkan proses pembuatan bir (enzim yang berperan β –  glukanase), pembuat lembek buah dalam produksi jus buah (enzim yang  berperan adalah pectinases, cellulases, hemicellulases (Anwar, 2010). Kerugian yang didapatkan dari pengaruh kapang ini adalah mnghambat pertumbuhan tanaman. Pleurotus ostreatus merupakan salahsatu fungi pendegradasai lignin aktif yang hidup secara saprofit pada kayu lapuk dihutan. Jamur ini diproduksi secara komersial pada skala industry sebagai bahan pangan karena kelezatanya, kandungan nutrisinya, dan mampu menstimulasi kesehatan (Achmad, 2011). Jamur ini biasa disebut sebagai jamur tiram, mengandung arabitol, yang dapat menimbulkan gangguan pencernaan bagi orang yang sensitif. Dalam dunia pangan Pleurotus florida dikonsumsi oleh masyarakat, karena mengandung gizi yang tinggi. Terkandung 9 asam amino esensial dengan kadar protein 19-35% (Yanuati, 2007). Manfaat dari mengetahui morfologi kapang adalah untuk mengelompokan jenis dari kapang tersebut dan untuk mengetahui bagian-bagian dari kapang yang diamati. 

Kerusakan pada biji-bijian tersebut secara tidak langsung dapat menjadi jalan masuk bagi spora-spora kapang kontaminan. Di dalam biji, spora-spora kapang berkecambah membentuk hifa-hifa dan anyaman miselium. Selanjutnya kapang-kapang tumbuh dan berkembangbiak serta melakukan metabolisme. Salah satu macam metabolit sekunder yang dihasilkan oleh kapang ialah mikotoksin. Apabila mikotoksin tertelan bersama-sama makanan yang telah terkontaminasi oleh kapang kontaminan penghasil mikotoksin, maka dapat menyebabkan keracunan, yang disebut mikotoksikosis. Kualitas makanan yang tercemar oleh kapang penghasil mikotoksin akan berkurang sehingga tidak layak dikonsumsi. Bahan makanan yang telah terkontaminasi oleh kapang akan mengalamin perubahan tesktur, misalnya : berserbuk pada permukaannya, berserabut halus, hancur. Warna bahan makanan juga dapat mengalami perubahan karena tertutup oleh spora-spora kapang yang berwarna-warni. Aroma bahan makanan ataupun makanan hasil olahan juga dapat mengalami perubahan akibat pertumbuhan kapang kontaminan yang menghasilkan senyawa-senyawa tertentu. Kapang kontaminan melakukan biodegradasi terhadap senyawa-senyawa kompleks dalam bahan makanan menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana. Melalui proses biodegradasi tersebut dapat dihasilkan senyawa-senyawa yang menimbulkan aroma yang kurang sedap pada bahan makanan sehingga tidak layak dikonsumsi. Bahan makanan yang telah terkontaminasi oleh kapang penghasil mikotoksin dapat membahayakan kesehatan, bila tetap dikonsumsi (Hastuti, 2010).